Budaya Kampung Adat Banceuy
Kembali ke Beranda

Budaya Kampung Adat Banceuy

Budaya Kampung Adat Banceuy mencerminkan kearifan lokal masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, musyawarah, dan rasa syukur kepada alam. Tradisi seperti Ngaruwat Bumi menjadi simbol keharmonisan antara manusia dan lingkungan.

Upacara Adat Ruwatan Bumi

Upacara Adat Ruwatan Bumi

Ruwatan Bumi atau Ngaruwat Bumi berasal dari kata rawat atau ngarawat (bhs. Sunda) yang artinya mengumpulkan atau memelihara, secara umum memiliki makna yaitu mengumpulkan seluruh masyarakat serta mengumpulkan seluruh hasil bumi, baik bahan mentah, setengah jadi maupun yang sudah jadi.Tujuan dari Ngaruwat Bumi adalah ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala yang telah diperoleh dari hasil bumi dan juga sebagai tolak bala serta ungkapan penghormatan kepada karuhun (leluhur).

Upacara Hajat Wawar

Upacara Hajat Wawar

Hajat Wawar merupakan salah satu acara adat yang biasa dilaksanakan di Kampung Adat Banceuy. Pengertian secara makna ialah suatu acara adat yang dilakukan oleh masing-masing lingkungan di setiap wilayah Kampung Adat Banceuy. Waktu pelaksanaan hajat wawar tidak ditentukan, tergantung dari kebutuhan wilayah masing masing tetapi biasanya dilaksanakan paling sering 3 bulan sekali atau paling tidak 1 tahun sekali. Tujuan dari hajat wawar adalah sebagai  tolak bala.

Hajat Mulud Aki Letik

Hajat Mulud Aki Letik

Hajat mulud Aki Leutik (nama asli: Raden Ismail Shaleh) merupakan hajat syukuran yang diselenggarakan khusus oleh keturunan keluarga Aki Leutik dengan tujuan meningkatkan rasa syukur dan memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Hajat ini biasa dilaksanakan setiap hari senin atau kamis pada minggu terakhir bulan mulud yang berlokasi di makam Aki Leutik

Hajat Solokan

Hajat Solokan

Hajat solokan dilaksanakan pada pertengahan usia padi dengan tujuan wujud syukur &ngalap barokah agar saluran air berjalan lancar. Hajat ini dilaksanakan pada 3 (tiga) saluran air (solokan), yaitu solokan Eyang Ito, solokan Cipadaringan, dan solokan Kolong Tembok.

Mitembeyan Tandur

Mitembeyan Tandur

Ritual ini merupakan ritual ketika akan melakukan tanam padi (mitembeyan) dengan tujuan agar padi yang ditanam akan tumbuh sumbur dan membuahkan hasil yang melimpah.Mitembeyan tandur dilakukan secara bersama-sama dengan pelaksanaan tandur.

Upacara Khitanan/Naderan

Upacara Khitanan/Naderan

merupakan kegiatan ritual keagamaan yang biasa dilakukan oleh warga banceuy dengan tujuan untuk mensucikan anak kecil laki laki dan perempuan.

Hajat Puput Puseur

Hajat Puput Puseur

merupakan ritual syukuran yang biasa dilakukan oleh warga banceuy ketika terlepasnya tali pusar bayi. Kegiatan tersebut dilakukan biasanya setelah bayi berumur 7 atau 8 hari, dengan menggunakan kunyit sebagai antiseptik bagi bayi yang dibalurkan ke seluruh bagian  pusar bayi.